Hamba Allah Yang Berlaku Baik
Orang yang berkarakter baik, jika dibuli dengan perkataan yang tidak baik, biasanya akan diam saja. Tidak mau membalas. Dan karakter seperti ini disebut dengan istilah IBADURROHMAN.
Realisasinya
1. Berlaku tenang dan santun. Saat menjalani hidup di bumi tidak menunjukan keangkuhannya. Kepada sesama juga akan berkata sopan dan wajah akan tampak ceria. Tidak menunjukan wajah cemberutnya di publik walaupun itu terdengar tidak nyaman di telinga. Sehingga yang keluar dari pikirannya sudah di pilih yang baik baik saja.
2. Menurutnya hanya orang bodoh saja yang mau melayani, pancingan keributan. Sehingga kalau orang bodoh dilayani dalam bentuk konfrontasi, maka dia sendiri juga termasuk bagian dari golongan orang orang yang bodoh. Untuk itu dia mengambil sikap diam saja
3. Kalau malam hari mengurangi jumlah tidurnya dan memperbanyak untuk melakukan ibadah sunnah. Seperti sholat tahajud dan witir serta dzikir
4. Selalu berdoa agar selalu dijauhkan dari siksa api neraka, dengan tekun melakukan kegiatannya atau usaha. Sebab doa tanpa disertai usaha itu suatu kebohongan, namun sebaliknya usaha tanda disertai doa dapat gagal. Sebab dalam hal ini pemilik keberhasilan itu hanya Allah. Baik Surga atau Neraka itu memang unik. Contoh orang yang hidup akhirnya sangat mendambakan surga, namun dia malah tidur. artinya dia tanpa usaha apapun untuk meraihnya. maka ini juga sangat tidak mungkin untuk didapatkannya. Sebaliknya neraka juga unik. Contoh, dineraka itu isinya siksa, malah membiarkan adanya keburukan meraja lela. Maka kalau seperti ini sikapnya yang tetap dapat masuk Neraka
5. Apabila berinfak atau memberi uang kepada seseorang, dia tidak melampoi batas, namun demikian dia juga berlaku kikir. Jika seseorang berinfak memberikan semuanya atau melampoi batas ini disebut sebagai Isrof, artinya kalau memberi selalu melampoi batas. Sedangkan kalau berinfak jauh dari kata cukup ini yang disebut Bahil atau kikir.
Ada kisah dari sahabat nabi Abiwakos, yang hendak memberikan seluruh hartanya namun oleh nabi dilarang, mau memberikan setengah dari hartanya juga dilarang, mau memberikan dua pertiga dari hartanya juga masih dilarang, namun saat mau memberikan sepertiga dari seluruh hartanya nabi membiarkan. Artinya angka sepertiga itu sudah katagori besar. Jangan sampai kita sudah berinfak karena diberikan semua akhirnya jadi peminta minta. Ini tidak dibenarkan dalam agama. Sebab kalau kita mati dengan meninggalkan ahli waris yang serba kekurangan akan menjadi masalah. Alangkah baiknya kita dapat meninggalkan ahli waris yang cukup saat kita meninggal.
Ada tiga sifat dari seorang Ibadurrohman.
1. Tidak pernah berdoa atau beribadah kepada selain Allah, aliyas tidak sirik
2. Tidak pernah berbuat zina dan tidak pula melakukan pembunuhan di luar syariat agama
3. Tidak murtad, atau berpindah kepercayaan
link
https://web.telegram.org/a/#-4030763682