Setiap tanggal 2 Mei kita selalu memperingati Hari Pendidikan Nasional ( Hardiknas ), termasuk tanggal 2 Mei tahun 2012 ini kita kembali mengenang hari kelahiran tokoh pendidikan nasional kita Ki Hajar Dewantoro. Ki Hajar Dewantara yang punya nama asli Raden Mas Soewardi Soeryaningrat, lahir di Yogyakarta pada tanggal 2 Mei 1889.
Selama hidupnya beliau sekolah di Sekolah Dasar Belanda ( ELS ), kemudian pernah sekolah di Kedokteran Bumiputra ( STOVIA ) walaupun tidak tamat.
Dalam karir beliau juga sangat gigih, misalnya pernah menjadi wartawan Sedyotomo, Midden Java, de Ekspress, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer, dan Poesara.
Tidak itu saja Ki Hajar Dewantoro juga aktif dalam keorganisasian, karena beliu sendiri adalah tokoh pendiri Nationaal Onderwijs Institut Taman Siswa ( Perguruan Nasional Tamansiswa ) pada 3 Juli 1922.
Ki Hajar Dewantara juga pernah menjadi Menteri Pengajaran pada Kabinet Presidensial, dari tanggal 19 Agustus 1945 sampai dengan tanggal 14 November 1945.
Di bidang organisasi beliau juga cukup diandalkan. Tahun 1908 pernah masuk dalam organisasinya Boedi Oetomo. Beliau juga pernah mendirikan Indische Partij atau Partai Politik Pertama Beraliran Nasionalisme Indonesia pada tanggal 25 Desember 1912.
Karena kegigihannya dalam dunia pendidikan Ki Hajar Dewantoro mendapat gelar sebagai Bapak Pendidikan Nasional dan hari kelahirannya tanggal 2 Mei dijadikan sebagai hari Pendidikan Nasional. Dan Universitas Gajah Mada setuju memberikan Gelar Doktor Honoris Causa pada tahun 1957 dalam bidang pendidikan ini. Yang jelas Ki Hajar Dewantoro adalah tokoh pendidikan untuk kaum Primbumi Indonesia saat penjajahan Belanda.
Karya Ilmiah Ki Hajar Dewantoro yang terkenal adalah berjudul " Seandainya Aku Seorang Belanda ", atau judul aslinya " Als ik eens Nederlander Was, yang pernah dimuat dalam surat kabar de Express miliknya Douwes Dekker tahun 1913.
Ki Hajar Dewantoro meninggal pada tanggal 26 April 1959 dan dimakamkan di Yogyakarta.Semboyan Ki Hajar Dewantoro selama hidupnya adalah " Tut Wuri Handayani ". Semboyan ini diambilkan dari ungkapan asli jawa " Ing ngarso sung tulodo ing madyo mangun karso tut wuri handayani ".
Dan nama Ki Hajar Dewantoro juga pernah dipakai untuk memberi nama Kapal Perang RI yaitu "KRI Ki Hajar Dewantoro".