PUASA BERKONTRIBUSI MENCERDASKAN OTAK
Assalamu alaikum wr wb
Marilah kita bersyukur
salam dan sholawat
Dalam banyak ayat, Al-Qur’an menegaskan bahwa seorang Muslim harus menggunakan akal, berpikir kritis, dan mencari ilmu. Berikut beberapa dalil yang menunjukkan bahwa Muslim harus cerdas dan berilmu:
Perintah untuk Membaca & Belajar
Al-Qur'an — Surah Al-‘Alaq (96:1–5)
"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan!"
2. خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ
Khalaqal-insâna min 'alaq.
"Dia menciptakan manusia dari segumpal darah."
3. اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ
Iqra' wa rabbukal-akram.
"Bacalah! Dan Tuhanmulah Yang Mahamulia,"
4. الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ
Alladzī 'allama bil-qalam.
"Yang mengajar (manusia) dengan pena."
5. عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ
'Allamal-insâna mâ lam ya'lam.
"Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya."
Ayat pertama yang turun ini menekankan pentingnya membaca, belajar, dan mencari ilmu sebagai fondasi keimanan.
Menggunakan Akal & Berpikir
Al-Qur’an — Surah Az-Zumar (39:9)
"Apakah (kamu orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah pada waktu malam dalam keadaan bersujud dan berdiri, takut pada (azab) akhirat, dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah (Nabi Muhammad), 'Apakah sama orang-orang yang mengetahui (hak-hak Allah) dengan orang-orang yang tidak mengetahui?' Sesungguhnya hanya ululalbab (orang yang berakal sehat) yang dapat menerima pelajaran"
Ayat ini menegaskan keutamaan orang berilmu dibanding yang tidak berilmu.
Larangan Mengikuti Tanpa Ilmu
Al-Qur’an — Surah Al-Isra’ (17:36)
وَلَا تَقۡفُ مَا لَيۡسَ لَكَ بِهِۦ عِلۡمٌۚ إِنَّ ٱلسَّمۡعَ وَٱلۡبَصَرَ وَٱلۡفُؤَادَ كُلُّ أُوْلَٰٓئِكَ كَانَ
عَنۡهُ مَسۡـُٔولٗا
Wa lā taqfu mā laisa laka bihī 'ilm(un), inna-ssam'a wal-baṣara wal-fu'āda kullu ulā'ika kāna 'anhu mas'ūlā(n).Terjemahan (Kemenag RI):
"Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya".
Ini menunjukkan bahwa Islam mendorong sikap kritis dan tidak asal ikut-ikutan.
Derajat Orang Berilmu Diangkat
Al-Qur’an — Surah Al-Mujadilah (58:11)
يٰۤاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡۤا اِذَا قِيۡلَ لَـكُمۡ تَفَسَّحُوۡا فِى الۡمَجٰلِسِ فَافۡسَحُوۡا يَفۡسَحِ اللّٰهُ لَـكُمۡ ۚ وَاِذَا قِيۡلَ انْشُزُوۡا فَانْشُزُوۡا يَرۡفَعِ اللّٰهُ الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا مِنۡكُمۡ ۙ وَالَّذِيۡنَ اُوۡتُوا الۡعِلۡمَ دَرَجٰتٍ ؕ وَاللّٰهُ بِمَا تَعۡمَلُوۡنَ خَبِيۡرٌ ١١
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, "Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis," maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, "Berdirilah kamu," maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti atas apa yang kamu kerjakan.
Ilmu menjadi sebab kemuliaan seorang Muslim.
Hadis tentang Kewajiban Menuntut Ilmu
Sabda Nabi ﷺ:
Menuntut ilmu adalah kewajiban mutlak bagi setiap muslim, laki-laki maupun perempuan, untuk bekal kehidupan dunia dan akhirat. Hadits utama menegaskan: "Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim" (HR. Ibnu Majah, No. 224). Allah juga memudahkan jalan ke surga bagi penuntut ilmu.
Kesimpulan
Islam sangat menekankan kecerdasan intelektual dan spiritual. Seorang Muslim dituntut untuk:
Ya, puasa dapat berkontribusi pada peningkatan fungsi kecerdasan, tetapi bukan berarti langsung membuat seseorang menjadi “lebih pintar” secara instan. Efeknya lebih ke peningkatan fungsi otak, seperti fokus, daya ingat, dan kejernihan berpikir.
Berikut penjelasan ilmiahnya:
1. Meningkatkan Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF)
Saat berpuasa, tubuh mengalami sedikit “stres positif” yang merangsang produksi BDNF, yaitu protein yang membantu:
Pertumbuhan sel saraf baru
Memperkuat koneksi antar neuron
Meningkatkan daya ingat dan kemampuan belajar
BDNF sering disebut sebagai “pupuk bagi otak”.
2. Meningkatkan Autofagi (Pembersihan Sel)
Konsep ini dipopulerkan oleh ilmuwan Jepang, Yoshinori Ohsumi (Peraih Nobel 2016).
Autofagi adalah proses “daur ulang” sel, termasuk di otak.
Saat puasa:
Sel-sel yang rusak dibersihkan
Fungsi sel menjadi lebih optimal
Risiko penurunan fungsi kognitif dapat berkurang
3. Meningkatkan Fokus & Kejernihan Mental
Banyak orang melaporkan saat puasa mereka merasa:
Lebih fokus
Pikiran lebih jernih
Tidak mudah mengantuk
Secara evolusi, hal ini masuk akal: ketika manusia dulu tidak makan, otak harus tetap tajam untuk mencari makanan.
4. Mengontrol Gula Darah
Puasa membantu:
Menstabilkan insulin
Mengurangi lonjakan gula darah
Fluktuasi gula darah yang tinggi bisa membuat sulit konsentrasi dan mudah lelah.
Tapi Perlu Diingat
Puasa tidak otomatis meningkatkan kecerdasan jika:
Kurang tidur
Kekurangan nutrisi (zat besi, omega-3, vitamin B)
Dehidrasi
Terlalu ekstrem (malah menurunkan konsentrasi)
Puasa yang sehat + pola makan bergizi + tidur cukup = hasil terbaik untuk fungsi otak.
Kesimpulan
Puasa bisa:
Meningkatkan fungsi otak
Mendukung daya ingat
Membantu fokus
Tapi bukan “cara instan jadi jenius”
Kalau kamu mau, saya bisa jelaskan juga:
Apakah puasa Ramadan berbeda efeknya dengan intermittent fasting (mengatur siklus antara puasa dan makan, bertujuan menurunkan berat badan dan meningkatkan kesehatan metabolisme dengan membatasi waktu makan, bukan jenis makanannya) ?






Meningkatkan fungsi otak
Tapi bukan “cara instan jadi jenius”