KWALITAS BERPUASA RAMADHAN DALAM KONDISI PERANG
Assalamu alaikum wr wb
Marilah kita bersyukur
salam dan sholawat (pejuang tauhid, pejuang keimanan, dan pejuang akhlak yang mulia) Rosulullah Muhammad SAW
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ
لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْن
Yaa Ayyuhaalladzina aamanu kutiba ngalaikummussiaam kama kutiba ngalaladzina ming koblikum langallakum tattaquun
Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,
(QS. Al-Baqarah: 183)
Tujuan puasa adalah takwa, dan salah satu tanda orang bertakwa adalah memiliki akhlak yang mulia. Ramadhan melatih kita dalam berbagai akhlak terpuji
Puasa bukan hanya dilakukan dalam kondisi nyaman dan damai. Dalam sejarah Islam, banyak peristiwa besar terjadi pada bulan Ramadhan, bahkan dalam kondisi perang dan ujian berat.
Contohnya adalah Perang Badar yang terjadi pada tanggal 17 Ramadhan tahun 2 Hijriyah. Pada saat itu, kaum muslimin tetap berpuasa meskipun menghadapi musuh yang jauh lebih besar.
Allah berfirman:
وَلَقَدْ نَصَرَكُمُ اللّٰهُ بِبَدْرٍ وَّاَنْتُمْ اَذِلَّةٌۚ فَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
wa laqad nasharakumullâhu bibadriw wa antum adzillah, fattaqullâha la‘allakum tasykurûn
“Dan sungguh Allah telah menolong kamu dalam (Perang) Badar, padahal kamu dalam keadaan lemah.”(QS. Ali Imran: 123)
Ayat ini menunjukkan bahwa kekuatan seorang mukmin bukan hanya pada fisik, tetapi pada iman dan ketakwaan.
Keringanan Puasa dalam Kondisi Perang
Islam adalah agama yang penuh rahmat. Dalam kondisi perang atau perjalanan berat, Allah memberikan rukhsah (keringanan) untuk tidak berpuasa.
Allah berfirman:
“Barang siapa sakit atau dalam perjalanan, maka gantilah pada hari yang lain.”
(QS. Al-Baqarah: 185)
Dalam peperangan, Nabi ﷺ terkadang memerintahkan sahabat berbuka agar memiliki kekuatan menghadapi musuh.
Dalam sebuah hadits riwayat Abu Sa'id Al-Khudri, disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya kalian akan menghadapi musuh besok, dan berbuka akan lebih menguatkan kalian.”
(HR. Muslim)
Hadits ini menunjukkan bahwa Islam tidak mempersulit umatnya, dan menjaga kekuatan untuk mempertahankan diri juga merupakan bagian dari ibadah.
Kualitas Puasa yang Sebenarnya
Hadirin yang dirahmati Allah.
Kualitas puasa tidak hanya ditentukan oleh menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga akhlak, kesabaran, ketaatan dan keikhlasan.
Bahkan dalam kondisi sulit seperti perang, seorang muslim tetap harus menjaga:
Kesabaran, Kejujuran, dan Keikhlasan serta Ketaatan kepada Allah. Jamaah yang dimuliakan Allah.
Kualitas puasa terletak pada ketakwaan dan akhlak.
Jika para sahabat mampu menjaga iman mereka bahkan di medan perang, maka seharusnya kita lebih mampu menjaga kualitas puasa kita dalam kehidupan yang relatif aman.Dari kisah para sahabat di bulan Ramadhan kita belajar bahwa:
Marilah kita menjadikan Ramadhan ini sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas puasa kita, bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi membentuk diri menjadi hamba yang bertakwa.
Semoga Allah menerima amal puasa kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan menjadikan kita termasuk orang-orang yang mendapatkan rahmat dan ampunan di bulan Ramadhan.
Kalau kita bicara Iman selalu di link kan dengan amal sholeh Al-Asr ayat 3
إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَتَوَاصَوْا۟ بِٱلْحَقِّ وَتَوَاصَوْا۟ بِٱلصَّبْرِ
Nah perbuatan seperti ini atau karya yang seperti ini di saat kita berpuasa ramadhan akan meningkatkan Kualitas pahala yang tak berbatas.
Yang lain dibidang UMKM, misalkan ada pribadi yang dapat membuat menu kue yang sangat berkualitas dan bernilai jual menjanjikan. Bila produk ini booming dan mensejahterakan ummat sungguh ini merupakan amalan sholeh yang tidak hanya pahalanya tak berbatas namun bagi si kreator atau penemunya merupakan pahala deposito atau pahala reksadana yang dapat membeli saham surga. Termasuk kreator kreator lain dibidang musik, kreator tehnik, kreator web, dan di bidang perundang undangan yang memudahkan ummat untuk dapat menjadi kreator, memberi kemudahan dalam soal finansial serta pendidikan.
Coba kita komparasikan, kasus berbagi dengan memberikan sembako kepada yang kurang mampu finansialnya. Memang benar ini dapat mengobati demam tinggi karena mau idul Fitri. Namun setelah idul Fitri usai demam tinggi itu akan muncul berulang kali. Jadi sifatnya seperti paracetamol. Apakah ini dapat mengunduh pahala Allah yang tak berbatas ? hanya bapak, ibu dan jamaah sekalian yang dapat menyimpulkan.
Terima kasih kepada bapak ibu dan saudara yang selama Ramadhan ini masih berkenan mendengarkan uraian saya. Di mimbar nasihat subuh ini, walaupun saya sendiri tidak memiliki legal stending yang baku. Dengan menerapkan hak adam, dengan membaurnya saya di mimbar ini jelas ada efek dosanya. Untuk itu saya tidak tahu apakah ini ramadhan yang terakhir ataukah masih ada karpet merah. Yang pasti saya ingin mengucapkan taqoballahu minna wamingkum minal aidzin wal fa'idzin, mohon dimaafkan atas semua kesalahan dan khilaf saya serta keluarga lahir dan batin
MENUTUP MAJELIS
سُبْحانَكَ اللَّهُمَّ وبِحَمْدِكَ أشْهَدُ أنْ لا إِلهَ إِلاَّ أنْتَ أسْتَغْفِرُكَ وأتُوبُ إِلَيْكَ
Subhânakallâhumma wa bihamdika asyhadu an-lâilâha illâ anta astaghfiruka wa atûbu ilaik
Wassalmu alaikum wr wb
Islam memberikan keringanan ketika ada kesulitan.
Terjemahan:






Meningkatkan fungsi otak
Tapi bukan “cara instan jadi jenius”