Sumber Informasi
Bebas Fitnah, Akrab, Jelas dan dapat Dipercaya
Motto : Kecerdasan yang hakiki adalah ketaqwaan
Al Qur'an sumber dari segala sumber hukum
PENGELOLA WEB INI
CHABIB JUNAEDI
Tebarkan Senyum ke semua warga didalam mengawali komunikasi dengan dihiasi kecerahan raut muka. Berikan Salam dengan penuh kasih sayang dan dapat membuat Ajak-kan ke arah kedamaian kepada semua tentangga dan gemar melakukan aktivitas kegiatan yang selalu Kompak serta membangun yang konstruktif.
KEHIDUPAN BERTETANGGA
TUGAS SEORANG MUSLIM.
- Mengutamakan kebersamaan dalam kehidupan bertetangga dengan mengikis habis perbedaan.
- Menjadikan kehidupan yang nyaman bagi semua warga baik secara keamanan Fisik, Psikologi, dan Religi.
- Menjadikan lingkungan yang selalu tampak bersih, indah dan asri, baik di lingkungan masing masing maupun di lingkungan jalur Nuri Timur.
- Memberi peluang waktu yang cukup untuk belajar kepada anak anak serta berinisiatif mensukseskan belajar anak anak dan juga meng-aktifkan mengaji anak anak yang diawali dari lingkungan keluarga masing masing.
- Berusaha menciptakan kondisi lingkungan masyarakat agar dapat berfikir dan bertindak yang ilmiah
Pelayanan Kepada Ummat
Jumat, 13 Maret 2026
Senin, 09 Maret 2026
KULTUM KE 4
KWALITAS BERPUASA RAMADHAN DALAM KONDISI PERANG
Assalamu alaikum wr wb
Marilah kita bersyukur
salam dan sholawat (pejuang tauhid, pejuang keimanan, dan pejuang akhlak yang mulia) Rosulullah Muhammad SAW
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ
لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْن
Yaa Ayyuhaalladzina aamanu kutiba ngalaikummussiaam kama kutiba ngalaladzina ming koblikum langallakum tattaquun
Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,
(QS. Al-Baqarah: 183)
Tujuan puasa adalah takwa, dan salah satu tanda orang bertakwa adalah memiliki akhlak yang mulia. Ramadhan melatih kita dalam berbagai akhlak terpuji
Puasa bukan hanya dilakukan dalam kondisi nyaman dan damai. Dalam sejarah Islam, banyak peristiwa besar terjadi pada bulan Ramadhan, bahkan dalam kondisi perang dan ujian berat.
Contohnya adalah Perang Badar yang terjadi pada tanggal 17 Ramadhan tahun 2 Hijriyah. Pada saat itu, kaum muslimin tetap berpuasa meskipun menghadapi musuh yang jauh lebih besar.
Allah berfirman:
وَلَقَدْ نَصَرَكُمُ اللّٰهُ بِبَدْرٍ وَّاَنْتُمْ اَذِلَّةٌۚ فَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
wa laqad nasharakumullâhu bibadriw wa antum adzillah, fattaqullâha la‘allakum tasykurûn
“Dan sungguh Allah telah menolong kamu dalam (Perang) Badar, padahal kamu dalam keadaan lemah.”(QS. Ali Imran: 123)
Ayat ini menunjukkan bahwa kekuatan seorang mukmin bukan hanya pada fisik, tetapi pada iman dan ketakwaan.
Keringanan Puasa dalam Kondisi Perang
Islam adalah agama yang penuh rahmat. Dalam kondisi perang atau perjalanan berat, Allah memberikan rukhsah (keringanan) untuk tidak berpuasa.
Allah berfirman:
“Barang siapa sakit atau dalam perjalanan, maka gantilah pada hari yang lain.”
(QS. Al-Baqarah: 185)
Dalam peperangan, Nabi ﷺ terkadang memerintahkan sahabat berbuka agar memiliki kekuatan menghadapi musuh.
Dalam sebuah hadits riwayat Abu Sa'id Al-Khudri, disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya kalian akan menghadapi musuh besok, dan berbuka akan lebih menguatkan kalian.”
(HR. Muslim)
Hadits ini menunjukkan bahwa Islam tidak mempersulit umatnya, dan menjaga kekuatan untuk mempertahankan diri juga merupakan bagian dari ibadah.
Kualitas Puasa yang Sebenarnya
Hadirin yang dirahmati Allah.
Kualitas puasa tidak hanya ditentukan oleh menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga akhlak, kesabaran, ketaatan dan keikhlasan.
Bahkan dalam kondisi sulit seperti perang, seorang muslim tetap harus menjaga:
Kesabaran, Kejujuran, dan Keikhlasan serta Ketaatan kepada Allah. Jamaah yang dimuliakan Allah.
Kualitas puasa terletak pada ketakwaan dan akhlak.
Jika para sahabat mampu menjaga iman mereka bahkan di medan perang, maka seharusnya kita lebih mampu menjaga kualitas puasa kita dalam kehidupan yang relatif aman.Dari kisah para sahabat di bulan Ramadhan kita belajar bahwa:
Marilah kita menjadikan Ramadhan ini sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas puasa kita, bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi membentuk diri menjadi hamba yang bertakwa.
Semoga Allah menerima amal puasa kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan menjadikan kita termasuk orang-orang yang mendapatkan rahmat dan ampunan di bulan Ramadhan.
Kalau kita bicara Iman selalu di link kan dengan amal sholeh Al-Asr ayat 3
إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَتَوَاصَوْا۟ بِٱلْحَقِّ وَتَوَاصَوْا۟ بِٱلصَّبْرِ
Nah perbuatan seperti ini atau karya yang seperti ini di saat kita berpuasa ramadhan akan meningkatkan Kualitas pahala yang tak berbatas.
Yang lain dibidang UMKM, misalkan ada pribadi yang dapat membuat menu kue yang sangat berkualitas dan bernilai jual menjanjikan. Bila produk ini booming dan mensejahterakan ummat sungguh ini merupakan amalan sholeh yang tidak hanya pahalanya tak berbatas namun bagi si kreator atau penemunya merupakan pahala deposito atau pahala reksadana yang dapat membeli saham surga. Termasuk kreator kreator lain dibidang musik, kreator tehnik, kreator web, dan di bidang perundang undangan yang memudahkan ummat untuk dapat menjadi kreator, memberi kemudahan dalam soal finansial serta pendidikan.
Coba kita komparasikan, kasus berbagi dengan memberikan sembako kepada yang kurang mampu finansialnya. Memang benar ini dapat mengobati demam tinggi karena mau idul Fitri. Namun setelah idul Fitri usai demam tinggi itu akan muncul berulang kali. Jadi sifatnya seperti paracetamol. Apakah ini dapat mengunduh pahala Allah yang tak berbatas ? hanya bapak, ibu dan jamaah sekalian yang dapat menyimpulkan.
Terima kasih kepada bapak ibu dan saudara yang selama Ramadhan ini masih berkenan mendengarkan uraian saya. Di mimbar nasihat subuh ini, walaupun saya sendiri tidak memiliki legal stending yang baku. Dengan menerapkan hak adam, dengan membaurnya saya di mimbar ini jelas ada efek dosanya. Untuk itu saya tidak tahu apakah ini ramadhan yang terakhir ataukah masih ada karpet merah. Yang pasti saya ingin mengucapkan taqoballahu minna wamingkum minal aidzin wal fa'idzin, mohon dimaafkan atas semua kesalahan dan khilaf saya serta keluarga lahir dan batin
MENUTUP MAJELIS
سُبْحانَكَ اللَّهُمَّ وبِحَمْدِكَ أشْهَدُ أنْ لا إِلهَ إِلاَّ أنْتَ أسْتَغْفِرُكَ وأتُوبُ إِلَيْكَ
Subhânakallâhumma wa bihamdika asyhadu an-lâilâha illâ anta astaghfiruka wa atûbu ilaik
Wassalmu alaikum wr wb
Islam memberikan keringanan ketika ada kesulitan.
Terjemahan:
- Beriman: Iman yang benar kepada Allah.
- Beramal Saleh: Mengerjakan kewajiban dan kebajikan.
- Saling Menasihati Kebenaran: Mengajak pada ketaatan dan amar ma'ruf nahi munkar.
- Saling Menasihati Kesabaran: Sabar dalam ketaatan, menjauhi maksiat, dan musibah.
- Imam asy-Syafi'i menyebut bahwa jika manusia merenungkan surat ini saja, itu sudah cukup sebagai petunjuk.
Kamis, 26 Februari 2026
KULTUM 3
TIDAK BERLEBIHAN DALAM KETAATAN
Assalamu alaikum wr wb
Marilah kita bersyukur
salam dan sholawat (pejuang tauhid, pejuang keimanan, dan pejuang akhlak yang mulia)
Kasus di masyarakat: mohon maaf kalau contoh ini tidak berkenan di para jamaah
1. Ini tugas kamu, disuruh belajar malah mainan hp saja akibatnya jeblok nilainya
anak ditinggal di rumah tanpa kontrol sedang orang tua fokus hanya kerja saja
2. Istri itu manut sama suami ngapain ngatur ngatur. Coba siapa imam di rmh ini
Keluarga yang ingin kaya dengan cara berjudi dan menyuruh istri kerja. Ini dianggapnya jalan paling tepat kalau ingin kaya
mengapa kita hanya suka kaya harta, mengapa tidak banyak yang ingin kaya ilmu, kaya ketrampilan, kaya keimanan, kaya dengan akhlak yang mulia
3. Wahai karyawanku kamu ini bener bener sampah, kalau jadi seler yang mantap dong massa barang segini banyaknya laku beberapa saja
Majikan yang tidak pernah memberi arahan cara berbisnis kerjanya hanya memfonis salah karyawannya tanpa pernah diberi pelatihan dan uji kompetensinya. Endingnya hanya untungnya berapa itu saja
Semua kasus diatas perlu menegamen proses
Coba kita bandingkan dengan masalah ada tiga orang pemuda yang iri pada nabi dapat surganya Allah katanya hanya cukup beribadah saja tidak usah mengerjakan yang lain dan disampaikan kepada para istri nabi
Dari Anas Radhiyallahu anhu ia berkata, “Ada tiga orang mendatangi rumah istri-istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk bertanya tentang ibadah Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Lalu setelah mereka diberitahukan (tentang ibadah Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam ), mereka menganggap ibadah Beliau itu sedikit sekali. Mereka berkata, “Kita ini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ! Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah diberikan ampunan atas semua dosa-dosanya baik yang telah lewat maupun yang akan datang.” Salah seorang dari mereka mengatakan, “Adapun saya, maka saya akan shalat malam selama-lamanya.” Lalu orang yang lainnya menimpali, “Adapun saya, maka sungguh saya akan puasa terus menerus tanpa berbuka.” Kemudian yang lainnya lagi berkata, “Sedangkan saya akan menjauhi wanita, saya tidak akan menikah selamanya.”
Meskipun dalam teks hadits umum mereka tidak selalu disebutkan namanya secara spesifik, beberapa ulama mengidentifikasi mereka berdasarkan riwayat pendukung sebagai
1. Ali bin Abi Thalib (ingin terus-menerus shalat malam tanpa tidur). 2. Abdullah bin Amr bin Al-Ash (ingin berpuasa setiap hari tanpa berbuka). 3. Utsman bin Mazh'un (ingin menjauhkan diri dari wanita/tidak menikah agar fokus ibadah).
Mereka ingin bersikap agar disayangi Allah dan mendapat surganya Allah
yâ ahlal-kitâbi lâ taghlû fî dînikum wa lâ taqûlû ‘alallâhi illal-ḫaqq, innamal-masîḫu ‘îsabnu maryama rasûlullâhi wa kalimatuh, alqâhâ ilâ maryama wa rûḫum min-hu fa âminû billâhi wa rusulih, wa lâ taqûlû tsalâtsah, intahû khairal lakum, innamallâhu ilâhuw wâḫid, sub-ḫânahû ay yakûna lahû walad, lahû mâ fis-samâwâti wa mâ fil-ardl, wa kafâ billâhi wakîlâ (QS. An-Nisa: 171).
Wahai Ahlulkitab, janganlah kamu berlebih-lebihan dalam (menjalankan) agamamu dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah, kecuali yang benar. Sesungguhnya Almasih, Isa putra Maryam, hanyalah utusan Allah dan (makhluk yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang Dia sampaikan kepada Maryam dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka, berimanlah kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan, “(Tuhan itu) tiga.” Berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya hanya Allahlah Tuhan Yang Maha Esa. Mahasuci Dia dari (anggapan) mempunyai anak. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Cukuplah Allah sebagai pelindung.
QS. An-Nisa: 171 menegaskan larangan bagi Ahli Kitab untuk melampaui batas dalam beragama, terutama dengan menganggap Nabi Isa sebagai Tuhan/anak Tuhan atau meyakini konsep trinitas. Ayat ini menegaskan Isa adalah utusan Allah, kalimat-Nya, dan roh dari-Nya. Allah Maha Esa dan suci dari memiliki anak.
Dengan demikian sikap kita dalam hidup ini harus meniru rosulullah, sehingga terjadi keseimbangan akhlak. Kapan kita harus ibadah, kapan harus kerja, kapan harus tidur, kapan kita harus bersyahwat dengan pasangan kita (bagi yang memiliki), kapan kita harus memperhatikan lingkungan,kapan kita harus membimbing anak anak / cucu cucu kita. Sehingga semuanya tidak ada yang diterlantarkan semuanya menerima layanan yang seimbang
MENUTUP MAJELIS
سُبْحانَكَ اللَّهُمَّ وبِحَمْدِكَ أشْهَدُ أنْ لا إِلهَ إِلاَّ أنْتَ أسْتَغْفِرُكَ وأتُوبُ إِلَيْكَ
Subhânakallâhumma wa bihamdika asyhadu an-lâilâha illâ anta astaghfiruka wa atûbu ilaik
Wassalmu alaikum wr wb
Jumat, 20 Februari 2026
KULTUM KE 2
PUASA BERKONTRIBUSI MENCERDASKAN OTAK
Assalamu alaikum wr wb
Marilah kita bersyukur
salam dan sholawat (pejuang tauhid, pejuang keimanan, dan pejuang akhlak yang mulia)
Islam hadir untuk mencerdaskan ummat ( sebelum islam jamannya Jahiliyah, saat islam jamanya jadi tarbiyah), kalau dari konsep kartini habis gelap terbitlah terang
Dalam banyak ayat, Al-Qur’an menegaskan bahwa seorang Muslim harus menggunakan akal, berpikir kritis, dan mencari ilmu. Berikut beberapa dalil yang menunjukkan bahwa Muslim harus cerdas dan berilmu:
Perintah untuk Membaca & Belajar (perintah 1)
Al-Qur'an — Surah Al-‘Alaq (96:1–5)
"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan!"
2. خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ
Khalaqal-insâna min 'alaq.
"Dia menciptakan manusia dari segumpal darah."
Objek ilmu ; melahirkan sain, Fisika, kimia, biologi
3. اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ
Iqra' wa rabbukal-akram.
"Bacalah! Dan Tuhanmulah Yang Mahamulia,"
Nilai tauhidnya.
4. الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ
Alladzī 'allama bil-qalam.
"Yang mengajar (manusia) dengan pena."
Publikasi : Jurnal (scopus) , skripsi, tesis, disertasi
5. عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ
'Allamal-insâna mâ lam ya'lam.
"Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya."
Makna belajar : awalnya blm tahu jadi tahu
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan…”
Ayat pertama yang turun ini menekankan pentingnya membaca, belajar, dan mencari ilmu sebagai fondasi keimanan.
Menggunakan Akal & Berpikir (perintah 2)
Al-Qur’an — Surah Az-Zumar (39:9)
"Apakah (kamu orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah pada waktu malam dalam keadaan bersujud dan berdiri, takut pada (azab) akhirat, dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah (Nabi Muhammad), 'Apakah sama orang-orang yang mengetahui (hak-hak Allah) dengan orang-orang yang tidak mengetahui?' Sesungguhnya hanya ululalbab (orang yang berakal sehat) yang dapat menerima pelajaran"
“…Katakanlah: Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?”
Ayat ini menegaskan keutamaan orang berilmu dibanding yang tidak berilmu.
Larangan Mengikuti Tanpa Ilmu (Larangan Allah)
Al-Qur’an — Surah Al-Isra’ (17:36)
وَلَا تَقۡفُ مَا لَيۡسَ لَكَ بِهِۦ عِلۡمٌۚ إِنَّ ٱلسَّمۡعَ وَٱلۡبَصَرَ وَٱلۡفُؤَادَ كُلُّ أُوْلَٰٓئِكَ كَانَ
عَنۡهُ مَسۡـُٔولٗا
Wa lā taqfu mā laisa laka bihī 'ilm(un), inna-ssam'a wal-baṣara wal-fu'āda kullu ulā'ika kāna 'anhu mas'ūlā(n).Terjemahan (Kemenag RI):
"Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya".
“Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya…”
Ini menunjukkan bahwa Islam mendorong sikap kritis dan tidak asal ikut-ikutan.
Derajat Orang Berilmu Diangkat (pemantik / harapan)
Al-Qur’an — Surah Al-Mujadilah (58:11)
يٰۤاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡۤا اِذَا قِيۡلَ لَـكُمۡ تَفَسَّحُوۡا فِى الۡمَجٰلِسِ فَافۡسَحُوۡا يَفۡسَحِ اللّٰهُ لَـكُمۡ ۚ وَاِذَا قِيۡلَ انْشُزُوۡا فَانْشُزُوۡا يَرۡفَعِ اللّٰهُ الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا مِنۡكُمۡ ۙ وَالَّذِيۡنَ اُوۡتُوا الۡعِلۡمَ دَرَجٰتٍ ؕ وَاللّٰهُ بِمَا تَعۡمَلُوۡنَ خَبِيۡرٌ ١١
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, "Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis," maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, "Berdirilah kamu," maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti atas apa yang kamu kerjakan.
“…Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat…”
Ilmu menjadi sebab kemuliaan seorang Muslim.
Hadis tentang Kewajiban Menuntut Ilmu
Sabda Nabi ﷺ: (hadist nabi 1)
Menuntut ilmu adalah kewajiban mutlak bagi setiap muslim, laki-laki maupun perempuan, untuk bekal kehidupan dunia dan akhirat. Hadits utama menegaskan: "Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim" (HR. Ibnu Majah, No. 224). Allah juga memudahkan jalan ke surga bagi penuntut ilmu.
“Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim.”
(HR. Ibnu Majah)
Kesimpulan
Islam sangat menekankan kecerdasan intelektual dan spiritual. Seorang Muslim dituntut untuk:
Apakah puasa ini dapat mencerdasakan ?
Ya, puasa dapat berkontribusi pada peningkatan fungsi kecerdasan, tetapi bukan berarti langsung membuat seseorang menjadi “lebih pintar” secara instan. Efeknya lebih ke peningkatan fungsi otak, seperti fokus, daya ingat, dan kejernihan berpikir.
Berikut penjelasan ilmiahnya:
1. Meningkatkan Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF)
Saat berpuasa, tubuh mengalami sedikit “stres positif” yang merangsang produksi BDNF, yaitu protein yang membantu:
Pertumbuhan sel saraf baru
Memperkuat koneksi antar neuron
Meningkatkan daya ingat dan kemampuan belajar
BDNF sering disebut sebagai “pupuk bagi otak”.
2. Meningkatkan Autofagi (Pembersihan Sel)
Konsep ini dipopulerkan oleh ilmuwan Jepang, Yoshinori Ohsumi (Peraih Nobel 2016).
Autofagi adalah proses “daur ulang” sel, termasuk di otak.
Saat puasa:
Sel-sel yang rusak dibersihkan
Fungsi sel menjadi lebih optimal
Risiko penurunan fungsi kognitif dapat berkurang
3. Meningkatkan Fokus & Kejernihan Mental
Banyak orang melaporkan saat puasa mereka merasa:
Lebih fokus
Pikiran lebih jernih
Tidak mudah mengantuk
Secara evolusi, hal ini masuk akal: ketika manusia dulu tidak makan, otak harus tetap tajam untuk mencari makanan.
4. Mengontrol Gula Darah
Puasa membantu:
Menstabilkan insulin
Mengurangi lonjakan gula darah
Fluktuasi gula darah yang tinggi bisa membuat sulit konsentrasi dan mudah lelah.
Tapi Perlu Diingat
Puasa tidak otomatis meningkatkan kecerdasan jika:
Kurang tidur
Kekurangan nutrisi (zat besi, omega-3, vitamin B)
Dehidrasi
Terlalu ekstrem (malah menurunkan konsentrasi)
Puasa yang sehat + pola makan bergizi + tidur cukup = hasil terbaik untuk fungsi otak.
Kesimpulan
Puasa bisa:
Meningkatkan fungsi otak
Mendukung daya ingat
Membantu fokus
Tapi bukan “cara instan jadi jenius”
Kalau kamu mau, saya bisa jelaskan juga:
Apakah puasa Ramadan berbeda efeknya dengan intermittent fasting (mengatur siklus antara puasa dan makan, bertujuan menurunkan berat badan dan meningkatkan kesehatan metabolisme dengan membatasi waktu makan, bukan jenis makanannya) ?
Atau apakah puasa aman untuk pelajar dan pekerja otak berat?
- 10–14 Jam: Tubuh mulai mengalami saklar metabolik (metabolic switch) di mana cadangan glikogen habis dan pembakaran lemak menjadi energi dimulai.
- 12–16 Jam: Produksi BDNF (Brain-Derived Neurotrophic Factor) mulai meningkat. Protein ini sangat vital untuk memori, pembelajaran, dan pertumbuhan sel saraf baru (neurogenesis).
- 16–24 Jam: Proses autofagi (pembersihan sel-sel rusak di otak) mulai aktif secara signifikan. Pada tahap ini, banyak orang mulai merasakan kejernihan mental (mental clarity) dan fokus yang lebih tajam.
- 2–4 Minggu: Ini adalah masa adaptasi tubuh terhadap pola makan baru. Konsentrasi dan daya ingat biasanya meningkat secara stabil setelah periode ini karena emosi menjadi lebih stabil dan proses detoksifikasi jaringan otak berjalan maksimal.
- Hasil Klinis: Penelitian terbaru (2024) menunjukkan bahwa puasa 16 jam setiap hari yang dilakukan secara konsisten selama 4–8 minggu memberikan peningkatan kognitif yang terukur secara medis.
- Puasa selama sebulan penuh (seperti Ramadan) dapat membentuk jalur jaringan saraf baru di otak yang berkontribusi pada perkembangan fungsi biologis dan fungsional otak yang lebih permanen
Demikian apa yang dapat saya sampaikan pada kesempatan ini semoga puasa kita dapat memantik otak kita untuk menjadi orang cerdas, kritis dan ilmiah pada sain dan teknologi.
MENUTUP MAJELIS
سُبْحانَكَ اللَّهُمَّ وبِحَمْدِكَ أشْهَدُ أنْ لا إِلهَ إِلاَّ أنْتَ أسْتَغْفِرُكَ وأتُوبُ إِلَيْكَ
Subhânakallâhumma wa bihamdika asyhadu an-lâilâha illâ anta astaghfiruka wa atûbu ilaik
Wassalmu alaikum wr wb
Taushiyah dan Pesan Khusus
Manfaat Pertemuan Rutin dan Arisan
2. Ajang Silaturahmi bulanan kita
3. Mengutamakan persamaan dan mengikis ataupun menghilangkan perbedaan
4. Anti Ras dan kesukuan
5. Forum keluarga besar agar kita merasa sebagai satu saudara
6. Agar kita saling memahami kekurangan dan kelebihan ketetanggaan kita dan menghilangkan ego yang berlebihan
7. Saling membantu dan memberi solusi bila diantara kita menemui masalah
8. Arena komunikasi yang handal
Acara Inti dalam Pertemuan Rutin (Perubahan)
2. Pembukaan ( dengan membaca Basmallah ) untuk yang non muslim menyesuaikan
3. Kulsum ( Pencerahan Hati ) oleh Bapak H. Subiarno
4. Pembacaan Notulen pertemuan sebelumnya
5. Sabutan tunggal oleh Ketua RT 07
6. Laporan masing masing seksi , yang langsung ditanggapi oleh Ketua RT
7. Lain Lain ( bentuknya sambung rasa ), dan tanggapan langsung oleh ketua RT
8. Penutup ( dengan membaca Hamdalah ) yang non muslim menyesuaikan
9. Arisan oleh seksi Arisan