Kesulitan Ekonomi
Sejak awal tahun 2026, lonjakan harga kebutuhan pokok sudah merebah ke mana mana. Sementara pendapatan perkapita indonesia menurut bank dunia baru $ 4000 As per tahun. Jadi kalau dirupiahkan $ 4000 AS x Rp. 16 000 = Rp. 64 000 000 pertahun. Kalau dibagi 12 bulan maka tiap bulannya hanya berpenghasilan Rp. 5 300 000. Atau tiap hari pendapatan mereka sekitar Rp. 178 ribu.
Kalau kita membeli "rames" di warung. Harga rata ratanya berkitar Rp. 18 ribu. Jadi kalau satu orang makannya 3 kali, pagi, siang dan malam maka buat memberi "rames" saja butuh dana Rp. 54 ribu. Untuk suami istri maka biaya makan per harinya butuh anggaran Rp. 108 ribu. Sehingga dari job anggaran awal Rp. 178 000 - 108 000 = Rp. 70 ribu.
Belum lagi biaya komunikasi karena saat ini pulsa itu kebutuhan pokok. Bila satu bulan minimal butuh anggaran kuota utama sekitar Rp. 60 ribu. Atau perharinya Rp. 2 ribu. Berarti sama istri butuh anggaran pulsa Rp. 4 ribu.
Belum lagi anggaran transportasi atau beli BBM bila rata rata perhari Rp. 10 ribu. Maka anggaran pendapatan ini tinggal Rp. 70 ribu - 14 ribu = Rp 56 ribu.
Bagaimana untuk dana bayar listrik, pajak, Air mimun, gas LPG. Yang mana untuk kepentingan ini berkisar pada angka Rp. 350 ribu perbulan
Ini belum punya anak, kalau ada anaknya lebih banyak lagi. Dengan demikian pendapatan sekian belum gajian di bulan berikutnya sudah habis.
Akibatnya angka harapan hidup dapat menurun yang tadinya ditarget 75 tahun. Mungkin berlaku pada kisaran 50 sampai 65 tahun
Masih berapa tahun lagi hidup yang menderita ini ?




