Manusia adalah mahluk Sosial , yang artinya adalah manusia itu tidak dapat hidup bila tanpa orang lain. Atau dalam hidup ini manusia yang satu dengan manusia yang lain saling berinteraksi, bekerja sama dan saling membantu. Demikian cuplikan kultum dari al-Ustad Bapak H. Subiarno dalam kegiatan temu warga beberapa waktu yang lalu.
Yang namanya interaksi menurut konsep Newton, salah seorang ahli dalam bidang Fisika dari Inggris, akan selalu menghasilkan efek kehilangan energi. Jadi kalau ada dua partikel yang berinteraksi saling menarik ataupun saling menolak akan membutuhkan banyak energi. Namun kata Newton bila partikel ini menduduki posisi tertentu dari dua partikel atau lebih akan mendapatkan gaya interaksi yang sama besar dengan arah yang berbeda beda maka akan menyebabkan resultan dari kumpulan interaksi itu adalah nol.
Konsep Newton ini mengindikasikan bahwa gesekan gesekan dalam hidup dapat dinetralisir bila kita menjaga jarak. Artinya kita tidak terlalu dekat dengan orang lain namun kita juga tidak terlalu jauh dengan orang lain.
Maksud dari terlalu dekat adalah selalu mengintervensi atau selalu ingin campur tangan pada kehidupan orang lain. Sedangkan maksud dari terlalu jauh adalah acuh tak acuh atau masa bodoh ataupun lepas tanggung jawab.
Sikap seperti ini menurut konsep Rosulullah dinamakan dengan Uswatun Khasanah. Artinya kita harus berakhlak yang baik kepada siapapun termasuk kepada semua mahluk. Cuma hanya satu pesan Rosul Muhammad kita dilarang berakhlak yang baik kepada Setan. Sebab Setan adalah mahluk yang terkutuk.
Oleh karena itu kita sedini mungkin menghiasi akhlak kita agar menjadi Uswatun Khasanah, mulai dari kehidupan keluarga, kerabat dekat, termasuk juga tetangga.
Temu warga khusus Ibu Ibu yang terbungkus dalam suatu organisasi PKK, adalah bentuk media silaturahmi resmi yang diketuai oleh Ketua PKK RT. Media ini bukan ajang untuk saling menjelek-jelekkan suami orang, bukan ajang untuk membangga-banggakan diri sendiri atau keluarga yang mungkin merasa lebih kaya ataupun lebih mampu, dan bukan ajang untuk saling merendahkan Ibu Ibu lainnya.
Organisasi PKK dan sub PKK yang disebut Dawis, adalah dua arena khusus Ibu Ibu, tempat berkumpul dan merencana serta membahas program kerja Ibu Ibu dalam rangka mensukseskan program pengurus RT. Karena baik PKK ataupun Dawis posisinya dibentuk atau diadakan untuk mensukseskan program pengurus RT, agar wilayah RT menjadi lebih baik, lebih agamis dan lebih maju dari sebelumnya.
Selama ini anggota PKK ataupun juga Dawis, selalu mengintervensi secara sembunyi terhadap kepengurusan RT. Siapapun orangnya apakah itu anggota ataupun juga pengurus di PKK ataupun juga di Dawis boleh saja memberikan koreksi atau kritikan kepada pengurus RT namun bukan di pertemuan PKK ataupun Dawis. Namun silahkan Ibu Ibu yang merasa punya " pengunek-unek " yang berkaitan dengan program RT atau pengurus RT silahkan untuk datang di acara Temu Warga, dan nanti akan mendapatkan penjelasan langsung dari Ketua RT ataupun juga pengurus lainnya.
Dalam hidup ini, kita harus kompromis atau mau menerima kekurangan ataupun juga kelebihan orang lain. Baik itu dalam hal berbicara, memutuskan suatu masalah ataupun dalam kita bersikap.
Kalau kita katakanlah mampu dalam hal keuangan maka dalam memutuskan segala sesuatu yang berkaitan dengan soal uang seperti untuk snek pengajian, menentukan besar dan kecilnya uang sosial maka jalan yang terbaik adalah suatu kesepakatan. Kesepakatan disini baik yang kaya ataupun yang tidak mampu tidak merasa keberatan. Jadi jangan sampai di dalam menentukan sesuatu ukurannya adalah mereka ibu ibu yang katagori mampu. Bila hal ini tetap diputuskan maka akan membuat keresahan bagi ibu ibu yang memang dalam hal keuangan benar benar pas pasan ataupun juga kekurangan.
Oleh karena itu kita sedini mungkin menghiasi akhlak kita agar menjadi Uswatun Khasanah, mulai dari kehidupan keluarga, kerabat dekat, termasuk juga tetangga.
Temu warga khusus Ibu Ibu yang terbungkus dalam suatu organisasi PKK, adalah bentuk media silaturahmi resmi yang diketuai oleh Ketua PKK RT. Media ini bukan ajang untuk saling menjelek-jelekkan suami orang, bukan ajang untuk membangga-banggakan diri sendiri atau keluarga yang mungkin merasa lebih kaya ataupun lebih mampu, dan bukan ajang untuk saling merendahkan Ibu Ibu lainnya.
Organisasi PKK dan sub PKK yang disebut Dawis, adalah dua arena khusus Ibu Ibu, tempat berkumpul dan merencana serta membahas program kerja Ibu Ibu dalam rangka mensukseskan program pengurus RT. Karena baik PKK ataupun Dawis posisinya dibentuk atau diadakan untuk mensukseskan program pengurus RT, agar wilayah RT menjadi lebih baik, lebih agamis dan lebih maju dari sebelumnya.Selama ini anggota PKK ataupun juga Dawis, selalu mengintervensi secara sembunyi terhadap kepengurusan RT. Siapapun orangnya apakah itu anggota ataupun juga pengurus di PKK ataupun juga di Dawis boleh saja memberikan koreksi atau kritikan kepada pengurus RT namun bukan di pertemuan PKK ataupun Dawis. Namun silahkan Ibu Ibu yang merasa punya " pengunek-unek " yang berkaitan dengan program RT atau pengurus RT silahkan untuk datang di acara Temu Warga, dan nanti akan mendapatkan penjelasan langsung dari Ketua RT ataupun juga pengurus lainnya.
Dalam hidup ini, kita harus kompromis atau mau menerima kekurangan ataupun juga kelebihan orang lain. Baik itu dalam hal berbicara, memutuskan suatu masalah ataupun dalam kita bersikap.
Kalau kita katakanlah mampu dalam hal keuangan maka dalam memutuskan segala sesuatu yang berkaitan dengan soal uang seperti untuk snek pengajian, menentukan besar dan kecilnya uang sosial maka jalan yang terbaik adalah suatu kesepakatan. Kesepakatan disini baik yang kaya ataupun yang tidak mampu tidak merasa keberatan. Jadi jangan sampai di dalam menentukan sesuatu ukurannya adalah mereka ibu ibu yang katagori mampu. Bila hal ini tetap diputuskan maka akan membuat keresahan bagi ibu ibu yang memang dalam hal keuangan benar benar pas pasan ataupun juga kekurangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar