Setiap tanggal 20 Mei kita selalu memperingati hari yang bersejarah, yaitu hari Kebangkitan Nasional. Termasuk pada hari ini , tanggal 20 Mei 2012 kita kembali memperingati hari bersejarah itu dengan penuh hikmad dan rencana untuk meningkatkan kesejahteraan kita bangsa Indonesia.
Selama kurang lebih 350 tahun yang lalu bangsa Indonesia dijajah oleh imperalis Belanda, yang penuh dengan penderitaan dan kebodohan. Yang mana hal ini akan menjadi pemicu keterbelakangan bangsa Indonesia. Waktu yang demikian lama sangat berdampak pada perilaku seluruh bangsa Indonesia, yang demikian tertinggal dan terbelakang. Hal inilah yang menyebabkan kita menjadi pemalas dan tidak mau belajar, karena kita selama dijajah Imperalis tidak boleh belajar.
Jadi efek yang sangat terasa pada saat kita merdeka sampai sekarang adalah perihal kebodohan. Kebodohan ini juga mengakibatkan kita menjadi miskin, karena kita tidak pernah dilatih menjadi seorang akhli dalam hal mengolah kekayaan alam. Akhirnya kita menjadi bangsa yang sangat tergantung pada bangsa lain dalam hal mengolah kekayaan alam. Oleh karena itu, saat sekarang ini lebih dari 80% pengolahan kekayaan alam dikuasakan kepada bangsa lain, seperti Amerika, Cina, dan Jepang.
Walaupun dalam MOU pengolahan kekayaan alam itu pebandingan keuntungan itu 35 % untuk asing dan 65 % untuk Indonesia, namun dalam prakteknya justru malah sebaliknya 90 % asing dan 10 % Indonesia. Seperti eksplorasi untuk tambang emas, semen, dan minyak bumi.
Bila kita tanpa investor asing dalam mengolah kekayaan alam ini, tidak pernah terlaksana dan bila terlaksanapun sifatnya tradisional sehingga hasil yang dicapai tidak pernah maksimal.
Hal lain dari efek penjajahan Imperalis ini adalah kita bangsa Indonesia menjadi sangat konsumtif dan selalu membangga banggakan produk Impor. Yang katanya barang kalau hasil dari Impor itu pasti berkwalitas, namun produk dalam negeri divonis sendiri kampungan.
Kwalitas penduduk yang demikian ini membutuhkan waktu yang sangat lama agar mau berubah dalam perilaku dan paradigma. Selama ini kita lebih suka menikmati hasil teknologi dari pada memproduksi barang teknologi. Sehingga dalam pikiran mereka yang penting asal dapat beli entah bagaimana caranya tanpa harus bersusah payah belajar membuatnya. Akibatnya budaya korupsi merupakan jalan yang dianggap mudah dalam mencari uang. Tidak itu saja, kita juga lebih suka menyandang gelar akademik yang entah bagaimana caranya yang penting dapat gelar tanpa harus susah susah belajar meraihnya. Demikian pula halnya dalam hal prestasi kerja, kalau kita dekat dengan orang yang berpengaruh dan sanggup memberi imbalan yang dianggapnya sebagai syukuran yang penting dapat naik pangkat, maka itupun masih banyak dilakukan. Sedangkan mereka yang tidak mau berbuat curang seperti itu akan selalu ketinggalan dan bahkan dimarginalkan.
Itulah beberapa karakter kita selama ini sebagai efek samping penjajahan dulu yang sangat lama. Kungkungan penjajah membuat kita menjadi seperti dalam kurungan tempurung.
Mari kita bangkit dan rubah perilaku kita yang sudah tidak pada tempatnya lagi. Boedi Oetomo sejak 1908 sudah mengajak kita untuk bangkit, mulai dari bangkit berani melawan penjajah sampai dengan bangkit dari kebodohan.
Lanjutkan perjuangan tokoh seperti Boedi Oetomo itu. Dari segala level kehidupan. Inti dari perjuangan Boedi Oetomo adalah berinti pada dunia pendidikan. Hal ini diperkuat oleh oleh tokoh berikutnya seperti Kihajar Dewantara, yang dijuluki sebagai bapak Pendidikan Indonesia.
Dari star saat ini mari kita awali kebangkitan Nasional ini dengan memberantas kebodohan. Berantas kebodohan Akhlak, berantas kebodohan perilaku, berantas kebodohan teknologi dan berantas kebodohan informasi dan komunikasi seperti menghilangkan budaya porno grafi dll.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar