Pertemuan warga di bulan Mei 2012, telah berlangsung di rumah Bapak Rano Kardono pada tanggal 5 Mei 2012 hari Sabtu, jam 20.15 sd 21.45. Pertemuan dihadiri oleh sekitar 18 orang. Pembukaan pertemuan agak tidak tepat waktu karena kedatangan warga di forum pertemuan juga relatif malam. Padahal undangan yang dibagikan disana tertulis waktu jam 19.30 sd 21.30 WIB.
Penyebab utama mengapa warga mulai enggan untuk menghadiri pertemuan, juga tidak jelas. Sebab kebanyakan dari mereka yang tidak hadir tidak pernah menginformasikan, ada acara atau tidak, atau mungkin sakit, atau juga lainnya. Jadi warga yang tidak hadir tidak pernah menginformasikan kepada pengurus penyebab ke tidak hadirannya. Walaupun memang ada beberapa orang yang tidak hadir karena ada kepentingan seperti "Kondangan" ataupun juga sakit.
Kondisi seperti ini tidak hanya berlangsung di bulan ini saja, namun catatan pengurus ke engganan warga untuk tidak hadir pada pertemuan rutin setiap bulannya, sudah berlangsung sejak bulan Maret 2011 atau sejak kepengurusan RT baru terbentuk untuk periode 2011-2013.
Praduga ketua RT, keengganan warga untuk tidak hadir pada setiap bulannya pada acara pertemuan rutin ini bukan disebabkan oleh faktor ada kepentingan, namun disebabkan oleh faktor kesengajaan atau ada indikator kalau warga tidak menyetujui keberadaan Ketua RT yang sekarang.
Jika memang hal itu yang diinginkan maka kata Ketua RT dalam sambutan RT nya, Ketua RT siap untuk diganti saat ini. Tidak usah menunggu sampai tahun 2013.
Dalam bagian lain sambutan ketua RT, selain penolakan warga untuk tidak hadir pada acara pertemuan rutin dan arisan, warga juga enggan untuk diberi tugas sebagai pengurus. Alasan mereka sederhana " Sibuk " atau tidak biasa. Bahkan ada alasan klise mereka yang tidak masuk akal adalah usia yang relatif sudah " Tua ". Padahal ya memang adanya warga usia mereka rata rata sama sedangkan mereka yang usia muda relatif jarang, atau hanya satu atau dua orang saja. Dan sangat tidak mungkin kalau mereka yang ada, hanya satu atau dua orang ini, harus merangkap jabatan lebih dari dua, seperti yang sudah diundangkan pada SOT ke RT an 2012.
"Penyakit ini " juga sudah merasuk ke tubuh PKK yang terinci dalam pengurus DAWIS NURI 1 atau DAWIS NURI 2.
Pada bagian lain sambutan Ketua RT, warga senangnya " main tunjuk " dalam hal tugas. Bahkan kalau mau dituruti baik di RT atau di PKK " tidak usah ada pengurus " alias semua dibebankan kepada Ketua RT atau Ketua PKK RT. Jadi warga senangnya tinggal " MENGHUJAT " atau " MENCACI MAKI " kalau ada kekeliruan pada Ketua RT ataupun pada Ketua PKK RT. Contohnya " Ketua RT Sukanya main vonis atau memutuskan sepihak ", " Ketua RT sekarepe dewek....!", " Ketuane ora becus ...." dll.
Sementara itu di dalam kegiatan Kultum yang disampaikan oleh Bapak H. Subiarno, mengatakan bahwa Manusia bersifat Zone Politika yang maksudnya adalah manusia , dalam hidup ini sangat tidak mungkin kalau harus hidup sendiri. Ini sebuah bukti kalau manusia adalah mahluk sosial. Mengapa manusia disebut sebagai mahluk sosial karena manusia kata Pak Ustad H. Subiarno dalam segala hal harus bersama sama dengan orang lain. Dalam hidup bersama sama ini atau berkelompok maka manusia itu membutuhkan aturan hidup berkelompok.
Rasulullah SAW, menurut Pak Ustad H. Subiarno diturunkan oleh Allah sebagai Rahmatan lil alamin atau rahmat bagi seluruh alam. Artinya rahmat itu tidak hanya pada manusia saja tetapi juga pada binatang pada tumbuhan dan kepada lingkungan. Jadi ajaran Rasul ini merupakan petunjuk khususnya pada manusia agar berakhlak baik. Apakah itu kepada sesama manusia, kepada tumbuhan, kepada hewan ataupun juga kepada lingkungan. Kita dilarang berbuat anarkis atau merusak.
Adapun konsep rahmatan lil alamin menurut Pak Ustad Bapak H. Subiarno adalah sebagai berikut
1. Suka memberi dan menjawab salam
2. Selalu berkata yang baik baik.
3. Tidak menghasud dan dengki.
4. Tidak takabur dan sombong.
5. Suka mendoakan kepada orang orang yang sedang ditimpa kesusahan.
6. Memenuhi undangan bila diundang
Untuk acara " Cipta dan Kreasi " mulai bulan ini dihapus. Karena warga tidak siap menerima acara ini yang tadinya memang sudah diputuskan pada tanggal 14 Mei 2011 di rumah Bapak Sukamto yang saat itu adalah ketua RT 07. Tidak siap dari warga katanya acara ini terlalu muluk muluk dan sulit direalisasikan, dan disamping itu warga yang ditunjuk untuk mengisi acara ini kebanyakan juga menolak. Tujuan semula dari acara Cipta dan Kreasi ini adalah untuk memberi info pengetahuan umum kepada seluruh warga yang menyangkut sektor pendidikan, tehnik, sosial dan ekonomi serta cinta tanah air.
Tidak hanya acara Cipta dan Kreasi yang banyak menolak dari warga namun acara tambahan seperti " Kultum " juga menuai kritik yang pedas. Dan nanti kalau warga tetap bersikeras menolak juga acara ini ada kemungkinan akan mengalami nasib yang sama seperti acara Cipta dan Kreasi.
Dari sambutan pengurus yang memberi laporan, hanya dari Bendahara dan seksi urusan keamanan dan ketertiban serta seksi PPL, Darmareyek dan Sosial.
Menurut seksi keamanan dan ketertiban warga sudah sedikit mulai kembali mau ronda dan warga yang tidak mau ronda juga mulai tidak sulit untuk ditarik kompensasi ronda
Tidak ada komentar:
Posting Komentar