Seiring dengan bertambahnya usia kantor Kelurahan Tegalreja Cilacap, mulai saat ini sedang berbenah diri, ingin merubah wajah kelurahan agar tampak lebih mewah dan digemari oleh banyak pihak. Kata orang kalau manusia bertambah usia akan semakin jelek atau keriput walaupun juga sekarang ini juga dapat ditunda, namun fasilitas fisik justru semakin tua akan semakin cantik.
Hal tersebut akan segera dibuktikan oleh Bapak Lurah Tegalreja, Minggu, S.Sos, M.Si. Beliau merencanakan akan menyulap aula pertemuan menjadi sebuah " GOR " atau gelanggang olah raga. Dengan demikian selain akan mempercantik wajah kantor Kelurahan juga masyarakat akan lebih banyak memakai, baik itu untuk kegiatan olah raga seperti badminton atau bulu tangkis, basket, volly dll. juga dapat digunakan oleh masyarakat yang mau menyelenggarakan hajatan, sebagai tempat penyelenggaraan resepsi. Informasi ini disampaikan oleh kepala Kelurahan Tegalreja pada acara rakor triwulan pertama tahun 2012 di Aula Kelurahan Tegalreja pada hari kamis tanggal 8 Maret 2012.
Menurut Kepala Kelurahan Tegalreja pemberdayaan sarana fisik ini tidak hanya di lingkup kantor Kelurahan saja namun juga berimbas pada pembangunan fisik di luar Kantor Kelurahan Tegalreja. Seperti pembangunan fisik sarana drainase untuk RT 01, pembangunan drainase di Jalan Perkutut, pembangunan drainase RW 9, pembangunan drainase Jalan Rajawali, dan pembangunan drainase di RW 1.
Pada bagian lain penjelasan rakor oleh Kepala Kelurahan Tegalreja, disebutkan bahwa pembangunan sarana fisik ini ada yang langsung di kenakan pada masyarakat yaitu tentang rehab rumah. Menurut Kepala Kelurahan Tegalreja, kita di wilayah kelurahan Tegalreja akan mendapat bantuan rehab rumah untuk sejumlah 66 ( enampuluh enam ) rumah dari Menteri Perumahan Rayat. Rehab rumah ini prosesnya sangat mudah. Dari Ketua RT atau RW bila di wilayahnya ada rumah yang perlu harus direhab tinggal dilaporkan ke Kelurahan Tegalreja dan selanjutnya pihak Kelurahan akan menindak lanjuti laporan itu dengan memotret kondisi rumah untuk keperluan analisa. Namun tidak semua rumah yang dipotret itu mesti dapat bantuan rehab. Sangat tergantung dari team yang akan menilainya nanti.
Jika rumah itu masuk nominasi, dengan kondisi rumah yang berdinding kepang ( bambu ), lantai masih tanah dan atapnya welit maka biaya rehab rumah yang diterima sekitar Rp. 11 juta kondisi siap pakai. Namun jika kondisi rumah bukan beratapkan welit, dinding tembok dan lantai flour hanya tidak layak huni biaya rehab yang akan dijanjikan sekitar Rp. 6 juta kondisi siap pakai. Jadi si pemilik rumah tidak menerima bentuk uang namun terima barang yaitu rumah yang sudah direhab dengan biaya tersebut di atas.
Jika rumah itu masuk nominasi, dengan kondisi rumah yang berdinding kepang ( bambu ), lantai masih tanah dan atapnya welit maka biaya rehab rumah yang diterima sekitar Rp. 11 juta kondisi siap pakai. Namun jika kondisi rumah bukan beratapkan welit, dinding tembok dan lantai flour hanya tidak layak huni biaya rehab yang akan dijanjikan sekitar Rp. 6 juta kondisi siap pakai. Jadi si pemilik rumah tidak menerima bentuk uang namun terima barang yaitu rumah yang sudah direhab dengan biaya tersebut di atas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar