Pesta demokrasi yang paling dapat dirasakan langsung oleh semua warga dalam suatu lingkungan adalah pemilu RT. Sebab pada pemilu RT semua warga berhak untuk dapat dipilih maupun dapat mencalonkan diri sebagai calon ketua RT. Disamping itu untuk dapat mencalonkan diri sebagai ketua RT tidak perlu harus memakai kendaraan politik. Dalam hal ini partai politik. Dengan demikian model pemilihannya benar benar demokratis dan merakyat.
Calon ketua RT dan mungkin juga pada era sekarang ini ada wakil ketua RT, tidak monopoli kaum adam atau laki laki saja. Namun ibu ibu atau dalam hal ini kaum hawa juga mempunyai hak yang sama untuk dapat mencalonkan diri sebagai calon ketua RT atau wakil ketua RT.
Jika warga terpilih sebagai ketua atau wakil ketua RT maka ini modal dasar untuk dapat merubah kondisi pemerintahan yang paling dasar dari sebuah negara agar lebih maju dan lebih sejahtera. Tidak hanya itu jika situasi di setiap RT di berbagai pelosok negara adalah baik maka dapatlah dipastikan bahwa negara dalam kondisi yang valid.
Oleh karena itu mari kita bersama sama membangun lingkungan ini dengan cara anda siap menjadi calon pemimpinnya. Figur ketua RT memang berbeda dengan figur seorang artis. Sebab menjadi ketua RT itu anda dijadikan panutan sekaligus anda menjadi tokoh masyarakat.
Banyak individu yang setelah purna tugas di kantor lebih banyak mencurahkan perhatian dan pemikirannya untuk menjadi ketua RT. Pengabdian di lingkungan seperti ketua RT itu tidak hanya tugas sosial namun juga bernilai ibadah. Dan pahalanya luar biasa banyak.
Dengan demikian pergantian pemimpin RT adalah pekerjaan yang wajar. Sebab setiap individu adalah pemimpin. Oleh karena itu sebelum menjadi pemimpin di tempat lain abdikan dulu anda menjadi pemimpin di wilayahnya dulu.
Roda kepemimpinan itu seperti pemilu RT memang harus berjalan dan tidak dibenarkan ada seseorang dijadikan ketua RT seumur hidup sebab hal ini bertentangan dengan hak azazi manusia. Dan itulah ciri sebuah wilayah demokratis bukan kerajaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar