Kelurahan Tegalreja Kecamatan Cilacap Selatan Kabupaten Cilacap, dikabarkan mendapat rangking pertama dalam perolehan suara Tato-Edi dalam pilkada 2012 tanggal 9 Oktober yang baru lalu, untuk tingkat kabupaten Cilacap.
Hal tersebut diungkapkan oleh Lurah Tegalreja Rohanda dalam acara rapat koordinasi (rakor) triwulan-nan tadi malam tanggal 14 Oktober 2012 di Aula Pertemuan Kantor Kelurahan Tegalreja Cilacap. Menurut Rohanda perolehan suara untuk Tato-Edi ini memang benar benar murni pilihan rakyat sebab pilihan tersebut dinilai bebas dari rekayasa atau interfensi dari pihak manapun.
Dengan telah suksesnya pemilu kada dalam rangka memilih Bupati dan wakil bupati Cilacap periode 2012-2017 ini, maka kita telah menentukan masa depan untuk Kabupaten Cilacap lima tahun ke depan akan menjadi lebih baik.
Pada kesempatan yang sama Lurah Rohanda, menginformasikan bahwa untuk pembayaran PBB ( Pajak Bumi dan Bangunan) tahun 2012 yang sebentar lagi akan jatuh tempo, yang tepatnya nanti tanggal 30 Oktober 2012, namun masyarakat masih banyak yang belum membayar PBB tersebut.
Oleh karena itu Lurah Rohanda menghimbau agar ketua RT atau ketua RW untuk mengingatkan kepada warga bahwa pembayaran PBB sebentar lagi akan segera berakhir atau jatuh tempo dan warga yang masih belum membayar PBB untuk segera membayar. Atau para ketua RT dan ketua RW agar mendata warganya yang memang belum membayar PBB untuk segera dilaporkarkan ke pihak Kelurahan dan dari Petugas Kelurahan agar berusaha jemput bola mendatangi warga yang belum membayar PBB tersebut.
Selanjutnya Lurah Tegalreja menjelaskan bahwa di tahun 2011 pembayaran PBB, masih terhutang sekitar 39 juta rupiah dan akhirnya diberi perpanjangan waktu dan mendapatkan denda.
Untuk pemotretan E-KTP wilayah tegalreja sudah hampir selesai dan tinggal RW 10 saja. Dan kepada warga yang pemula dalam membuat KTP atau warga yang pindah masuk dapat langsung dilayani pemotretan E-KTP dengan cara membawa surat keterangan dari RT / RW dan langsung di bawa ke kecamatan.
PMI juga sempat diingatkan oleh lurah Tegalreja Rohanda, yang mana ketua RT dan RW untuk segera membayar nya.
Termasuk juga dalam masalah pengambilan beras Raskin. Beras raskin dari distributor menghendaki setelah beras di terima untuk langsung dibayar. Bukan beras dijual dulu baru kemudian dibayar. Untuk itu lurah Tegalreja Rohanda menghimbau agar pembayaran beras raskin ini dapat ditalangi dulu lewat Kas RT dulu.
Menyangkut dalam kegiatan gerak jalan dalam rangka menyambut HUT RI ke 67 ketua umum PASTI mengumumkan bahwa agenda gerak jalan tanggal 16 September 2012 dinyatakan dibatalkan. Hal ini disebabkan masyarakat dan PASTI merasa belum siap pasca pilkada 9 September yang baru lalu. untuk itu paguyuban PASTI akan mengembalikan semua dana tiket yang sudah terjual kepada masyarkat yang disertai permohonan maaf kepada para ketua RT dan RW.
Dalam agenda rakor berikutnya adalah informasi dari PNPM bapak Sugiarto. Dalam kesempatan tersebut bapak Sugiarto, mengumumkan bahwa usulan PNPM dalam bidang lingkungan yang diusulkan oleh KSM di wilayah Kelurahan Tegalreja dinyatakan ditunda dengan alasan proposal yang diajukan tidak terdaftar di PJM. Sehingga kritikan tajam dan juga sanggahan bertubi tubi meluncur kepada koordinator PNMP Sugiarto. Ada yang menganggap bahwa PNPM telah bubar dan ada pula personil PNPM yang berjumlah 9 orang itu tidak kompak. Sehingga banyak KSM KSM yang merasa jenuh dan memberikan mosi tidak percaya lagi. Yang katanya mending pakai anggaran swadaya yang bebas proposal namun dapat langsung dinikmati oleh masyarakat dari pada harus lewat PNPM yang katanya berbelit belit.
Memang selama ini personil PNPM dari 9 orang itu yang aktif hanya 4 orang saja dan yang 5 (lima) orang belum jelas. Sehingga mereka tidak pernah ketemu dalam kurun waktu 2 bulanan atau 3 bulanan.
Dalam agenda rakor berikutnya adalah informasi dari PNPM bapak Sugiarto. Dalam kesempatan tersebut bapak Sugiarto, mengumumkan bahwa usulan PNPM dalam bidang lingkungan yang diusulkan oleh KSM di wilayah Kelurahan Tegalreja dinyatakan ditunda dengan alasan proposal yang diajukan tidak terdaftar di PJM. Sehingga kritikan tajam dan juga sanggahan bertubi tubi meluncur kepada koordinator PNMP Sugiarto. Ada yang menganggap bahwa PNPM telah bubar dan ada pula personil PNPM yang berjumlah 9 orang itu tidak kompak. Sehingga banyak KSM KSM yang merasa jenuh dan memberikan mosi tidak percaya lagi. Yang katanya mending pakai anggaran swadaya yang bebas proposal namun dapat langsung dinikmati oleh masyarakat dari pada harus lewat PNPM yang katanya berbelit belit.
Memang selama ini personil PNPM dari 9 orang itu yang aktif hanya 4 orang saja dan yang 5 (lima) orang belum jelas. Sehingga mereka tidak pernah ketemu dalam kurun waktu 2 bulanan atau 3 bulanan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar