Pengajian di gedung IPHI
Ust. DR. Tafsir, M.Ag
Pengajian hanya menitik beratkan pada kosa kata yang lazim di konsumsi umat Islam, namun makna yang terjadi adalah makna lokal Indonesia karena bila di tinjau secara syar'i hal ini berbeda sekali namun makna lokal ini yang jadi khasanah Indonesia.
Contoh kata fitnah. Di Indonesia kata fitnah adalah bermakna tudingan palsu atau sebuah kepalsuan. Atau sebuah statmen yang jelas dianggap tidak sesuai dengan yang sebenarnya. Namun kata fitnah yang dalam sohol arabnya artinya adalah membakar
Ada lagi kata mushola dan masjid. Mushola berarti tempat sholat sedangkan masjid dari asal kata sajadah yang berarti zona tempat sholat. Kalau di Indonesia mushola itu ruang khusus ukuran mini yang dipakai untuk sholat, sedangkan masjid adalah tempat yang digunakan untuk penyelenggaraan sholat Jum'at.
Imsak, itu dari bahasa Arab yang artinya menahan diri. Namun di Indonesia mengalami pergeseran yang bermakna hitungan waktu
Sama seperti kata halal bihalal dan silaturahmi. Silaturahmi makna harfiahnya adalah menyambung persaudaraan se darah atau se nasab. Bahkan sekarang sudah mengembang tidak hanya saudara se nasab tapi dari banyak nasab. Seperti persaudaraan haji, persaudaraan karyawan UPT, persaudaraan wilyah sepeti RT, RW. Namun halal bihalal adalah ritual saling memaafkan di bulan syawal. Halal bihalal merupan rekayasa kesyar'ian yang dijadikan budaya. Jadi kalau sudah jadi budaya maka penyelenggaraanyapun harus di bulan syawal. Jadi agak aneh halal bihalal di selenggarakan di bulan haji ataupun muharram. Nah orang yang membudayakan syar'i adalah orang orang yang penjihat budaya
Adalagi kata arif dan alim. Arif adalah orang yang sudah paham kesyar'ian sedangkan kalau alim adalah orang yang berilmu
Dalam konsep Islam baik itu arif ataupun alim syaratnya tidak boleh berbohong. Kecuali bohong yang di kecualikan. Ada tiga bohong yang dikecualikan. Berbohon saat kondisi perang, berbohong dalam rangka mendamaikan orang yang berkonflik dan berbohong untuk saling menyenangkan pasangan suami istri.
Tearakhir yang disampaikan oleh ustad yang bekenaan dengan haji adalah pengertian haji mabrur. Walaupun alat ukurnya belum ada namun kisi kisinya kalau haji seseorang itu mabrur adalah ada dua unsur yang harus dipenuhi. Pertama memberi makan atau hilang sifat pelitnya dan yang kedua adalah pemikirannya jadi lebih baik atau tidak suka menyakiti orang lain
Tidak ada komentar:
Posting Komentar