Lomba paduan suara lagu Bangga Mbangun Desa tingkat Kelurahan Tegalreja tahun 2012, RW V yang dipimpin oleh Ibu Hj. Siti Fatmawati atau yang lebih terkenal dengan sapaan Ibu S Budhi Handoyo ini, berhasil merebut Predikat Juara Pertama.
Wajah cerah dan ceria juga tampak ditampilkan dari dua orang peserta yang berasal dari RT 07 RW V, yaitu Ibu Ratna Fluoriyanti dan Ibu Kustinah.
Kedua Ibu ini sengaja dipilih oleh Ibu Ketua PKK RT 07, Ibu Sri Djumini, karena kepiaweannya dalam bernyanyi. Tidak itu saja kata Ibu Ketua PKK , baik Ibu Ratna Fluorianti maupun Ibu Kustinah disamping usia mereka memang masih relatif muda, kedua ibu ini memang ada bakat yang melekat pada dirinya.
Oleh karena itu pengiriman dua peserta ini untuk mengikuti lomba paduan suara Mbangun Desa tingkat Kelurahan Tegalreja tahun 2012 sudah melalui pertimbangan yang matang agar nantinya kita yang ada di RW V harus dapat meraih juara pertama.
Kalau menurut para penonton yang sempat penulis hubungi diantaranya Bapak Darmono yang berasal dari RW II mengatakan bahwa tampilan RW V dari segi Kostum memang bagus, pesertanya juga banyak yang muda muda. Bahkan penulis juga sempat "nimbrung" jawabanya pak Darmono, " Cantik cantik ya pak ?". Sambil tertawa beliau menjawab "yah......" "Pokokke gitulah ....". Cuma sayang ! Kenapa apa pak ? Suaranya nggak keluar. " Ah...yang bener pak ?" " Apa mungkin sound systemnya trouble kali ?" ya itu kurang tahu, tegas pak Darmono. "Tapi itu yang saya dengar". Demikian ungkapan pak Darmono.
Namun ungkapan pak Darmono ini disanggah keras oleh Ibu Siti Fatmawati. "Sangat tidak mungkin ". Menurut Ibu Siti Fatmawati memang adakalanya suara itu dibuat begitu lembut, bahkan sangat lembut mendayu dayu sehingga dengan penuh penjiwaan yang begitu kental sampai sampai para penonton yang ada diluar panggung sempat tidak mendengar, mungkin karena ribut sendiri namun ada kalanya suara itu dibuat begitu keras dan sangat keras sehingga semua penonton jadi "terbelalak" untuk terus menonton. Ini merupakan salah satu tehnik dalam bernyanyi yang benar. Demikian penegasan Ibu Siti Fatmawati.
Apapun komentar penonton, keputusan juri adalah mutlak. Dan RW V lah JUARANYA.
Dengan diraihnya Predikat Juara Pertama tingkat Kelurahan Tegalreja dalam lomba Paduan Suara Lagu Bangga Mbangun Desa, RW V kedepan akan terus berlatih bernyanyi untuk mengikuti lomba Paduan Suara yang sama tingkat Kecamatan.
Predikat juara pertama Lomba Paduan Suara Bangga Mbangun Desa Tingkat kelurahan Tegalreja Cilacap memperoleh Piala, Piagam, Home Teather dan dari Funiture dapat alat alat rumah tanggga. Tidak itu saja tiap peserta juga dapat voucher senilai Rp. 100.000,-. Dan untuk yel yelnya dapat uang sebesar Rp. 30,000 tiap peserta.
Lomba Paduan Suara ini sempat dihadiri oleh Bapak Bupati Cilacap, Bapak Tato Suwarto Pamuji namun tidak lama berselang beliau harus kembali ke kantor.
Iven ini ternyata membuka nuansa tersendri bagi warga di sekitar kantor kelurahan. Dimana banyak warga dari RW 1 sampai dengan RW X yang membuka stan mirip bazar.
Seperti gambar di atas adalah stand Pruduk Pakaian dan Obat Herbal serta Produk kecantikan, milaik Ibu Puji Astuti atau Ibu M Mufti.
Pengunjung juga cukup banyak yang mampir di stand ini. Ada yang cuma melihat lihat namun ada pula yang beli. Kata Ibu Puji produk yang ada di stand ini pada nilai harga sangat terjangkau dengan kondisi keuangan kita. Mulai dari kita yang berpenghasilan rendah sampai dengan yang banyak duitnya.
Cuma sayangnya stand ini hanya buka satu hari saja. Sehingga untuk para pengunjung yang akan ikut membeli produk-nya Ibu Puji Astuti ini dapat berkunjung ke rumah. Jl. Nuri Timur 8
Ternyata pengunjung stand yang ada di Kantor Kelurahan Tegalreja ini tidak hanya Ibu Ibu atau orang yang dewasa saja. Namun anak anak pun tidak ketinggalan ikut mencoba memilih produk yang di sajikan.
Stand yang ditampilkan tidak hanya menyajikan produk baju, obat atau bedak kecantikan. Namun jajan ringan ciri khas cilacap juga turut ambil bagian dalam iven ini.
Mereka ada yang menampilkan produk jajanan seperti rujak, pecel, gorengan mendoan, cimol, batagor dan ramesan dengan lalaban khas dengan sambal yang pedas.
Kedepan kalau ada ada iven semacam ini diharapkan oleh para pengunjung tidak hanya satu hari tetapi lebih dari sehari.
Walaupun hanya satu hari membuka stand namun promosi lewat iven seperti ini cukup akurat di dalam mempromosikan barang dagangan. Sehingga dari pada harus melalui promo dengan biaya yang mahal promo model stand seperti ini sudah sangat berkesan





Tidak ada komentar:
Posting Komentar