Mengkritik adalah menyampaikan pendapat, baik itu dilakukan oleh seseorang atau beberapa orang ( kelompok ) dalam rangka mengevaluasi kinerja sebuah organisasi, yang meliputi organisasi sosial, bisnis, tata pemerintahan, dan Jasa atau dapat juga individu dengan menguraikan segala kelemahan secara tertulis maupun lesan dengan menyertakan fakta fakta yang ada secara transparan, serta memberikan jalan keluar atau solusi agar dapat terhindar dari semua kesalahan tersebut sebagai sebuah opsi.
Sedangkan menghardik adalah menyampaikan pendapat, baik itu dilakukan oleh seseorang atau beberapa orang ( Kelompok ) dengan tujuan untuk melemahkan atau mematikan kinerja sebuah organisasi, pemerintahan maupun individu yang dilakukan secara emosional dengan tanpa menyertakan data yang faktual dengan ending agar terjadi multi konflik.
Menurut evaluasi Ketua RT 07 RW V selama kurun waktu 11 bulan ( Maret 2011- Januari 2012 ) terakhir ini, iven Hardikan terlalu mendominasi terhadap sistem Pemerintahan Ke RT an yang selama ini berjalan. Bahkan dinilai belum ada tanda tanda akan segera berakhir. Atau bila dapat dikatakan berakhir tidak beberapa lama lagi akan muncul hal lain dengan type berbeda. Jadi sepertinya bagaikan kiasan bahasa mati tumbuh hilang berganti.
Kalau hal ini tidak pernah akan diakhiri akan berakibat pada penyakit PENGURUS RT FOBIA. Atau suatu ketakutan yang amat sangat untuk menjadi pengurus RT termasuk juga untuk menjadi Ketua RT, PKK maupun DAWIS.
Sungguh amat disayangkan, sebab program alih generasi dari generasi yang tua kepada generasi yang muda akan mengalami Teputusnya Mata Rantai (BREAKING THE CHAIN). Akibatnya sifat individualistik akan meningkat atau kehilangan sifat kekeluargaan. Kalau sudah seperti ini masyarakat sudah akan meninggalkan rasa kebersamaan dan berpindah kepada masyarakat yang materialistik feodal. Artinya orang orang yang ada yang merasa mampu akan mempermainkan orang orang yang tidak mampu untuk diperlakukan kurang pada tempatnya. Sehingga kondisi emosi kawasan tersebut menjadi tinggi dan rawan kekerasan.
Oleh karena itu mulai saat ini mari kita terapkan misi dan visi RT dan hilangkan saling menghardik diantara kita. Lebih baik kepada siapa saja yang hobbynya menghardik untuk beralih ke hobby mengkritik dengan menyertakan opsi solusinya. Alamatkan kritik anda ini ke alamat yang ada sebsits ini.
Menurut evaluasi Ketua RT 07 RW V selama kurun waktu 11 bulan ( Maret 2011- Januari 2012 ) terakhir ini, iven Hardikan terlalu mendominasi terhadap sistem Pemerintahan Ke RT an yang selama ini berjalan. Bahkan dinilai belum ada tanda tanda akan segera berakhir. Atau bila dapat dikatakan berakhir tidak beberapa lama lagi akan muncul hal lain dengan type berbeda. Jadi sepertinya bagaikan kiasan bahasa mati tumbuh hilang berganti.
Kalau hal ini tidak pernah akan diakhiri akan berakibat pada penyakit PENGURUS RT FOBIA. Atau suatu ketakutan yang amat sangat untuk menjadi pengurus RT termasuk juga untuk menjadi Ketua RT, PKK maupun DAWIS.
Sungguh amat disayangkan, sebab program alih generasi dari generasi yang tua kepada generasi yang muda akan mengalami Teputusnya Mata Rantai (BREAKING THE CHAIN). Akibatnya sifat individualistik akan meningkat atau kehilangan sifat kekeluargaan. Kalau sudah seperti ini masyarakat sudah akan meninggalkan rasa kebersamaan dan berpindah kepada masyarakat yang materialistik feodal. Artinya orang orang yang ada yang merasa mampu akan mempermainkan orang orang yang tidak mampu untuk diperlakukan kurang pada tempatnya. Sehingga kondisi emosi kawasan tersebut menjadi tinggi dan rawan kekerasan.
Oleh karena itu mulai saat ini mari kita terapkan misi dan visi RT dan hilangkan saling menghardik diantara kita. Lebih baik kepada siapa saja yang hobbynya menghardik untuk beralih ke hobby mengkritik dengan menyertakan opsi solusinya. Alamatkan kritik anda ini ke alamat yang ada sebsits ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar