Kultum dari Bpk Khuzaedin di Balai Warga
( Amaliyah Ramadhan 1432 H )
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
" Sudah hampir sebulan kita menjalankan ibadah Puasa Ramadhan 1432 H, dan untuk kali ini adalah saya terakhir dapat bertemu muka dengan Bapak Ibu sekaliyan di Musholla An-Nur ( saya kira An Nuri ) pada Ramadhan 1432 H . Untuk itu mungkin ada beberapa omongan saya yang dapat membuat kurang enak pada Bapak Ibu jamaah An Nur ini kiranya dapat untuk dimaafkan " Demikian ustad Khuzaedi membuka kultum ini yang selalu diliputi dengan senyum di bibirnya. Selanjutnya Al-ustad membacakan terjemahan Al-Qur'an dengan tanpa menyebutkan surat dan ayatnya. " Orang orang yang mendapat kebaikan didalam majelis ta'lim adalah orang orang yang mau mengikuti ajakan, ucapan dan da'wah dari orang orang alim ( para penceramah ), serta mereka yang mau mendengar akan perintah Allah serta orang orang yang tidak menimbun materi ( mau membayar zakat ). itulah orang orang yang beriman dan orang orang yang mendapat Hidayah.".
Bulan Ramadhan adalah bualn latihan dan sebentar lagi adalah syawal yang berarti peningkatan. Jadi kita yang sudah setiap hari melaksanakan sholat berjamaah isya dan taraweh selama bulan Ramadhan maka marilah nanti setelah Ramadhan selesai kita ada peningkatan pada bualn syawal dan seterusnya dengan tetap menjaga sholat berjamaah seperti halnya pada bulan Ramadhan. Peningkatan disini tidak hanya sholat berjamaahnya saja tetapi ya dalam bersedekah dan juga berinfak.
Menurut ustad Khuzaedi ada tiga golongan orang yang nanti di Akherat akan mendapat kerugian walaupun sebenarnya orang itu termasuk ahli ibadah. Orang orang itu adalah
1. Orang yang didalam berinfak ada rasa khawatir bahwa harta yang diinfakkan itu akan menjadikan hartanya lainnya nanti jadi berkurang sehingga hatinya selalu bersedih. Dan didalam menginfakkan hartanya itu kepada orang diberinya itu menjadikan penerimanya jadi tidak senang. Hal ini karena setelah diberi infak orang yang menerima infak itu di kata katai yang kurang baik dan sebagainya. Atau bila berinfak harus di umumkan kepada orang banyak baik jumlahnya yang diinfakkan dan juga namanya harus selalu di sebut sebutkan berkali kali.
2. Orang ISBAL yaitu orang orang yang didalam berpakaian itu selalu menutupi mata kaki bahkan sampai dibawahnya. Ini tidak hanya dalam sholat tetapi di dalam kondisi di luar sholat juga demikian. Akibatnya pakaian atau celana yang terlalu panjang akhirnya dapat terkena najis saat berjalan. Kalau ini dipakai saja dalam ibadah sholat jelas itu tidak sesuai dengan contoh Rasullullah.
3. Orang yang berdagang namun didalam melakukan aktivitasnya selalu bersumpah palsu.
Ketiga golongan orang orang tersebut menurut Al-Qur'an ayat 262 : di hari kiamat nanti Allah tidak akan melihat, tidak akan mendengar rintihan orang orang itu dan akhirnya akan mendapat siksa yang amat pedih.
Sedangkan menurut Hadist Rasullullah SAW riwayat Muslim berdasarkan keterangan ustad Khuzaedin ada tiga golongan yang akan terkena pasal Al-Qur'an ayat 262 ini adalah :
1. Anak yang Durhaka kepada kedua orang tuanya ( Orang tua yang taat kepada Allah )
2. Orang yang senang minum minuman keras ( khomer )
3. Orang yang didalam berinfak namanya harus disebut sebut setiap saat sebagai orang yang dermawan
Demikian kultum dari bapak ustad Khuzaedin
Wassalamu alaikum wr. wb
Tidak ada komentar:
Posting Komentar